Kosmologi Shanhaijing: Bagaimana Tiongkok Kuno Memetakan Alam Semesta

Peta Segalanya

Shanhaijing (山海经) sering digambarkan sebagai bestiary — katalog makhluk aneh. Ini akurat tetapi tidak lengkap. Teks juga merupakan kosmografi: deskripsi sistematis tentang seluruh dunia yang diketahui (dan dibayangkan).

Shanhaijing membagi dunia menjadi zona-zona konsentris yang memancar keluar dari Kerajaan Pusat (中国, zhōngguó — secara harfiah berarti "negara tengah", asal mula nama Tiongkok). Semakin dekat ke pusat, segala sesuatunya semakin akrab dan teratur. Semakin jauh dari pusat, mereka menjadi semakin asing.

Ini tidak acak. Ini adalah prinsip kosmologis: dunia menjadi semakin liar dan ajaib seiring Anda menjauh dari peradaban. Pusatnya adalah manusia. Pinggirannya bersifat ilahi, mengerikan, atau keduanya.

Lima Gunung

Pegunungan Klasik (山经, Shānjīng), yang merupakan bagian pertama teks, menggambarkan lima barisan pegunungan: Selatan, Barat, Utara, Timur, dan Tengah. Setiap pegunungan berisi lusinan gunung individual, dan setiap gunung digambarkan dengan format sistematis yang sama:

1. Lokasi (jarak dan arah dari gunung sebelumnya) 2. Ciri-ciri penting (sungai, mineral, tumbuh-tumbuhan) 3. Makhluk yang tinggal disana 4. Makna spiritual (dewa mana yang bersemayam di sana, ritual apa yang pantas)

Format ini sangat mirip dengan survei geografis modern. Isinya mungkin bersifat mitologis, namun metodenya bersifat empiris – atau setidaknya seperti yang dicita-citakan.

Daratan Luar Negeri

Lautan Klasik (海经, Hǎijīng) menggambarkan daratan di luar dunia yang diketahui. Ini diatur berdasarkan arah — Luar Negeri Selatan, Luar Negeri Barat, Luar Negeri Utara, Luar Negeri Timur — dan berisi konten teks yang paling fantastis.

Di sini Anda akan menemukan Negeri Raksasa, tempat penduduknya tingginya tiga puluh kaki. Negara dengan Rakyat Satu Tangan. Negeri Orang Berkaki Panjang. Negara Orang Bersayap. Masing-masing negara digambarkan secara lugas, seolah-olah penulis pernah berkunjung dan membuat catatan. Lebih lanjut tentang ini di Gunung Kunlun: Poros Kosmos Tiongkok.

Beberapa ahli percaya bahwa deskripsi ini menyimpan catatan kacau tentang orang-orang asing yang ditemui melalui perdagangan. "Negara Orang Berkulit Hitam" mungkin mengacu pada pertemuan dengan populasi Afrika atau Asia Selatan. “Negeri Orang Bertato” mungkin menggambarkan budaya Asia Tenggara dengan tradisi tato.

Hutan Belantara yang Hebat

Zona terluar — Klasik Hutan Belantara Besar (大荒经, Dàhuāngjīng) — menggambarkan tepian dunia. Di sini matahari terbit dan terbenam. Di sini para dewa tinggal. Di sini tatanan kosmis dipertahankan melalui ritual dan pengorbanan.

The Great Wilderness adalah tempat mitologi dan kosmologi menyatu sepenuhnya. Teks tersebut menggambarkan pilar-pilar yang menopang surga, gerbang yang dilalui matahari, dan pepohonan yang menandai batas-batas dunia.

Mengapa Ini Penting

Kosmologi Shanhaijing mempengaruhi pemikiran Tiongkok selama ribuan tahun. Gagasan bahwa dunia mempunyai pusat (Tiongkok) yang dikelilingi oleh pinggiran yang semakin aneh membentuk sikap Tiongkok terhadap masyarakat dan budaya asing. Gagasan bahwa geografi memiliki makna spiritual – bahwa gunung-gunung tertentu dianggap suci, sungai-sungai tertentu memiliki kekuatan – masih bertahan dalam praktik feng shui hingga saat ini.

Teks ini juga mewakili sesuatu yang luar biasa: upaya kuno untuk menggambarkan seluruh dunia secara sistematis. Tentu saja gagal — dunia tidak terorganisir seperti yang digambarkan Shanhaijing. Namun ambisinya sangat mengesankan. Dua ribu tahun sebelum Google Maps, seseorang mencoba memetakan segalanya.

Tentang Penulis

Pakar Mitologi \u2014 Mitolog komparatif yang berfokus pada Shanhai Jing dan kosmologi Tiongkok kuno.