nuwa-menciptakan-kemanusiaan

Nuwa Menciptakan Kemanusiaan dari Tanah Liat

Ada satu detail dalam mitos penciptaan Nuwa yang sebagian besar retelling abaikan, dan itu adalah bagian yang paling menarik dari seluruh cerita.

Nuwa (女娲, Nǚ Wā) — dewi berbadan ular yang menciptakan umat manusia — mulai dengan hati-hati membentuk setiap sosok manusia dari tanah liat kuning, satu per satu. Ia membentuk wajah mereka, anggota tubuh mereka, Ciri-ciri mereka. Setiap orang adalah sebuah karya seni. Manusia pertama ini indah, kuat, dan cerdas.

Namun, ia menjadi bosan.

Atau lelah. Atau tidak sabar. Teks-teksnya tidak sepenuhnya jelas mengenai keadaan emosionalnya, tetapi hasilnya tetap sama: Nuwa mencelupkan sebuah tali ke dalam lumpur dan mengibaskannya. Tetesan yang terbang dari tali itu juga menjadi manusia — tetapi lebih kasar, kurang halus, kurang dibuat dengan hati-hati.

Menurut mitos, manusia yang dibentuk dengan tangan menjadi bangsawan dan aristokrat. Manusia yang dihasilkan dari ujung tali menjadi rakyat biasa dan petani.

Biarkan hal ini tenggelam di dalam benak Anda. Mitos penciptaan Tiongkok memiliki penjelasan tertanam untuk ketidaksetaraan sosial — dan bukan karena para dewa menentukan sebuah hierarki. Melainkan karena sang pencipta menjadi malas.

Siapa Nuwa?

Nuwa adalah salah satu tokoh tertua dalam mitologi Tiongkok, mendahului sejarah yang tertulis. Ia muncul dalam teks-teks dari periode Negara-Negara Berperang (战国, Zhàn Guó, 475-221 SM) dan seterusnya, tetapi pemujaannya hampir pasti sudah ada jauh sebelum itu.

Bentuk fisiknya sangat khas: manusia dari pinggang ke atas, ular dari pinggang ke bawah. Tubuh setengah manusia, setengah ular ini (人首蛇身, rén shǒu shé shēn) menghubungkannya dengan bumi dan air — ular menjadi makhluk dari keduanya. Dalam beberapa gambaran, dia terlihat berkelindan dengan saudara-suamanya Fuxi (伏羲, Fú Xī), ekor ular mereka saling melingkar dalam heliks ganda yang mirip sekali dengan DNA.

Peran Nuwa dalam mitologi Tiongkok meliputi:

- Pencipta umat manusia — cerita tentang pengukiran tanah liat - Perbaikan langit — mitos terkenal "memperbaiki langit" - Penemu pernikahan — dia mendirikan lembaga pernikahan antara manusia - Selamat dari banjir — dalam beberapa versi, dia dan Fuxi selamat dari banjir besar - Pencipta musik — dia menemukan sheng (笙), alat musik tiup

Dia bukan dewi dengan fungsi tunggal. Dia seorang pembangun peradaban — seseorang yang tidak hanya menciptakan manusia tetapi memberinya alat dan institusi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Cerita Tanah Liat dalam Detail

Versi terlengkap dari cerita penciptaan ini berasal dari Fengsu Tongyi (风俗通义, Fēng Sú Tōng Yì), sebuah teks dari dinasti Han yang ditulis oleh Ying Shao (应劭):

> 俗说天地开辟,未有人民,女娲抟黄土作人。剧务,力不暇供,乃引绳于泥中,举以为人。故富贵者,黄土人也;贫贱凡庸者,引绳人也。

Terjemahan: "Tradisi umum mengatakan bahwa ketika langit dan bumi pertama kali dibuka, belum ada manusia. Nuwa menguleni tanah kuning untuk membuat manusia. Pekerjaan itu melelahkan dan dia tidak bisa mengimbangi, jadi dia menarik sebuah tali melalui lumpur dan mengangkatnya, dan tetesan itu menjadi manusia. Oleh karena itu, orang kaya dan bangsawan adalah orang yang terbuat dari tanah kuning; orang miskin dan biasa adalah orang yang terbuat dari tali."

Beberapa hal tentang petikan ini layak untuk diperhatikan.

Pertama, bahan: tanah kuning (黄土, huáng tǔ). Ini bukan tanah liat biasa — ini adalah...

Tentang Penulis

Pakar Mitologi \u2014 Mitolog komparatif yang berfokus pada Shanhai Jing dan kosmologi Tiongkok kuno.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit