Geografi Imajinasi
Shanhaijing pada intinya adalah buku geografi. Tapi ini adalah geografi imajinasi - peta tempat-tempat yang berada di antara observasi dan fantasi.
Beberapa lokasi dalam teks berhubungan dengan tempat sebenarnya. Yang lain jelas-jelas diciptakan. Yang menarik ada di antara keduanya - tempat-tempat yang mungkin merupakan deskripsi terdistorsi dari lokasi sebenarnya, disaring melalui transmisi lisan dan imajinasi budaya selama berabad-abad.
Gunung Kunlun (昆仑山)
Kunlun adalah lokasi mitos paling penting dalam kosmologi Tiongkok. Ini adalah poros dunia — gunung yang menghubungkan bumi dengan surga. Ibu Suri dari Barat tinggal di puncaknya, merawat Taman Persik Keabadian.
Shanhaijing menggambarkan Kunlun sebagai sosok yang sangat tinggi, dikelilingi oleh sungai dengan air lemah (弱水) yang tidak dapat menopang sehelai bulu pun, dan dijaga oleh binatang berkepala sembilan yang disebut Kaiming (开明兽).
Ada pegunungan Kunlun yang sebenarnya di Tiongkok barat. Masih diperdebatkan apakah kisah Kunlun yang mistis itu berdasarkan kisah nyata atau tidak. Kunlun yang asli sungguh mengesankan — mencakup puncak setinggi lebih dari 7.000 meter — namun tidak memiliki sungai dengan air lemah atau penjaga berkepala sembilan.
Negeri Tuan-tuan (君子国)
Shanhaijing menggambarkan negara di mana setiap orangnya sopan, jujur, dan murah hati. Orang-orang memakai pedang tetapi tidak pernah menggunakannya. Mereka saling menghormati dalam segala hal. Pedagang bersikeras memberi pelanggan lebih dari yang mereka bayarkan.
Ini jelas bukan tempat sungguhan. Ini adalah sebuah utopia — sebuah masyarakat ideal yang berfungsi sebagai kritik implisit terhadap masyarakat nyata di mana sang penulis hidup. Jika Negara Tuan-tuan adalah masyarakat yang seharusnya, maka masyarakat sang penulis sendiri tidak akan mampu berbuat apa-apa. Untuk konteksnya, lihat Pohon Ruomu: Tempat Matahari Terbenam.
Negara Wanita (女子国)
Sebuah negeri yang seluruhnya dihuni oleh wanita yang berkembang biak dengan mandi di kolam ajaib. Deskripsi Shanhaijing singkat dan lugas — menggambarkan Negeri Perempuan hanya sebagai negeri asing, tidak lebih luar biasa dari negeri lain.
Perlakuan yang sebenarnya ini menarik. Teks tersebut tidak menampilkan masyarakat yang seluruhnya perempuan sebagai sesuatu yang aneh atau mengancam. Ini hanyalah variasi lain dari keragaman dunia yang tak terbatas.
Lembah Matahari (汤谷)
Tempat dimana matahari terbit. Shanhaijing menggambarkan sebuah lembah yang dipenuhi air mendidih, tempat sepuluh matahari bertengger di pohon murbei raksasa yang disebut Fusang (扶桑). Setiap hari, satu matahari melintasi langit dengan kereta yang ditarik oleh naga, sementara sembilan matahari lainnya menunggu giliran.
Mitos ini menjelaskan mengapa hanya ada satu matahari di langit — dan mendasari kisah terkenal Hou Yi, pemanah yang menembak jatuh sembilan dari sepuluh matahari ketika semuanya muncul sekaligus, menghanguskan bumi.
Arti Tanah
Negeri-negeri mistis di Shanhaijing mempunyai banyak fungsi: menghibur (deskripsinya jelas dan aneh), mendidik (mengkodekan pengetahuan geografis dan budaya tentang masyarakat yang jauh), dan berfilsafat (mengeksplorasi apa yang bisa, harus, atau tidak boleh ada dalam masyarakat).
Tanah tersebut tidak nyata. Namun pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan – tentang batas-batas dunia yang diketahui, keragaman masyarakat manusia, dan hubungan antara geografi dan budaya – masih relevan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dua ribu tahun yang lalu.