Tanaman Aneh dalam Shanhaijing: Pohon yang Menyembuhkan Kematian dan Buah yang Memberi Kemampuan Terbang — Perspektif Shanhai

Saat Botani Menjadi Aneh

Shanhaijing (山海经 Shānhǎi Jīng) paling dikenal karena binatang mitosnya, namun katalog tumbuhan yang terdapat di dalamnya tak kalah aneh. Terletak di antara deskripsi naga berkaki enam dan burung berwajah manusia, teks ini menggambarkan dunia botani yang akan membuat setiap botanis modern mempertanyakan pilihannya—pohon-pohon yang getahnya seperti darah, buah yang bisa membuatmu terbang, rumput yang membuatmu tidak terlihat, dan bunga yang dengan baunya saja bisa membunuh. Untuk konteks lebih lanjut, lihat Tanaman Mitos dalam Shanhaijing: Pohon yang Memberi Keabadian dan Bunga yang Mematikan.

Ini bukan sekadar hiasan dekoratif. Shanhaijing memperlakukan setiap tanaman dengan gaya katalog yang sama faktual seperti untuk hewan dan geografi: lokasi, penampilan, sifat, efek pada manusia. Teks ini tidak terheran-heran pada pohon yang menyembuhkan kematian. Ia sekadar mencatatnya dan beralih ke gunung berikutnya.

Pohon yang Berdarah

Beberapa gunung dalam Shanhaijing memiliki pohon yang mengeluarkan getah merah yang digambarkan seperti darah. Yang paling terkenal adalah Xunmu (寻木 xúnmù), pohon besar di bagian barat yang berdarah ketika dipotong. "Darah"nya dipercaya memiliki sifat pelindung—mengoleskannya pada senjata membuatnya lebih ampuh, dan mengaplikasikannya di pintu rumah dapat menghalau roh jahat.

Fenomena ini bukan hanya ada dalam mitologi Tiongkok. Pohon darah naga (Dragon’s blood tree) memang ada di dunia nyata (Dracaena cinnabari), menghasilkan resin merah pekat yang di masa lalu diyakini memiliki kekuatan supranatural oleh berbagai peradaban. Shanhaijing mungkin merekam pengetahuan yang sudah kabur tentang pohon-pohon asli yang dijumpai di jalur perdagangan, disaring melalui lensa mitologis.

Rumput Tak Terlihat

Teks ini menggambarkan Yinren Cao (隐人草 yǐnrén cǎo), sebuah rumput yang memberi kemampuan tak terlihat pada siapa saja yang membawanya. Deskripsinya singkat—tanaman ini tumbuh di gunung tertentu, memiliki bentuk khas, dan mengonsumsi atau membawanya membuat seseorang tak kasatmata.

Rumput pembuat tak terlihat ini muncul di banyak katalog gunung, menunjukkan bahwa ini lebih merupakan kepercayaan rakyat yang umum daripada satu penemuan mitologis tunggal. Praktisi Dao (道士 dàoshì) sangat tertarik dengan deskripsi ini, karena kemampuan menghilang cocok dengan pencarian mereka untuk melampaui batasan manusia biasa. Ide bahwa sebuah tanaman sederhana bisa mengeluarkan seseorang dari dunia terlihat selaras dengan konsep Daois tentang wu (无 wú), kekosongan dan ketiadaan.

Flora Kebangkitan

Klaim botani paling dramatis dalam Shanhaijing adalah keberadaan tanaman yang dapat membalikkan kematian. Buhuacao (不华草), yang kadang disamakan dengan Huanhuncao (还魂草 huánhún cǎo, secara harfiah "rumput pengembali jiwa"), digambarkan mampu menghidupkan kembali orang yang baru saja meninggal.

Konsep ini terkait dengan prinsip kosmologis Tiongkok yang lebih luas: kematian bukanlah keadaan mutlak tetapi sebuah transisi yang, di bawah keadaan yang tepat, bisa diputar balik. Jiwa (魂 hún) tidak langsung pergi—ia bertahan, dan jika intervensi yang benar terjadi cukup cepat, jiwa tersebut bisa dipanggil kembali i...

Tentang Penulis

Pakar Mitologi \u2014 Mitolog komparatif yang berfokus pada Shanhai Jing dan kosmologi Tiongkok kuno.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit